Mbah Mad Toying tak berdaya dihajar terik memanggang. Daya tahan tubuhnya alum, semangatnya kepleh, terlenthe-lenthe dibawah pohon Melinjo. Bibir pecah-pecah kering dan sebagian terkelupas. Kepala pusing, mata berkunang-kunang. Acara ngarit terpending oleh kenyataan. Saya hampiri tubuh lemah beliau, khawatir sekarat dalam keadaan tidak rapi. Masak sowan kehadirat Tuhan dengan penampilan ala kadarnya, tentu ngga sopan banget.
"Tulung tukokno nasi padang, sejak kemarin siang gak makan blas," bisik Mbah Mad Toying lirih. Saya jawab pelan, "Alloh . . Alloh.. Alloh... ."
Home Cerita Mbah Mad Toying Sekarat
Mbah Mad Toying Sekarat
By wachid el khwarizm At 20.18 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


Posting Komentar
Silahkan bagi yang telah sudi singgah untuk kritik dan sarannya. Terima Kasih